
STT Payakumbuh Gelar Workshop Penyusunan RPS dan Portofolio Berbasis OBE untuk Tingkatkan Kualitas Lulusan
Payakumbuh, 3 September 2026 – Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan menyelaraskan kurikulum dengan standar pendidikan tinggi masa kini, Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Payakumbuh menyelenggarakan “Workshop Penyusunan RPS dan Portofolio Berbasis Outcome-Based Education (OBE)” pada Kamis (3/9).

Kegiatan yang berlangsung di Aula STT Payakumbuh ini diikuti oleh jajaran dosen dari berbagai program studi di lingkungan STT Payakumbuh. Hadir sebagai narasumber utama dalam lokakarya ini adalah pakar pendidikan OBE dari Telkom University, Dr. Erwin Budi Setiawan, S.Si., M.T.
Acara ini dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Ketua STT Payakumbuh, Dr. Zulkifli, M.Kom., dengan didampingi oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dr. Noviarti, M.Sc. Dalam arahannya, Dr. Zulkifli, M.Kom menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis institusi dalam memperkuat implementasi kurikulum OBE guna memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan terukur sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Erwin Budi Setiawan menjelaskan secara komprehensif mengenai prinsip dasar dan tahapan implementasi OBE di lingkungan perguruan tinggi. Beliau menekankan bahwa penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE tidak lagi sekadar berfokus pada materi apa yang diajarkan oleh dosen (teacher-centered), melainkan berpusat pada hasil akhir (outcomes) yang dapat diukur melalui capaian kemampuan mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran (student-centered).
Beberapa poin penting yang ditekankan oleh narasumber antara lain:
– Pentingnya sinkronisasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan indikator penilaian di setiap mata kuliah.
– Peran krusial portofolio sebagai instrumen rekam jejak dan bukti autentik (evidence) dari kompetensi atau karya nyata yang dihasilkan mahasiswa.
– Evaluasi kompetensi mahasiswa yang harus bergeser dari sekadar ujian tertulis menuju asesmen berbasis rubrik, proyek (project-based learning), dan studi kasus terapan.
– RPS dan portofolio harus dirancang agar indikator capaiannya spesifik, terukur, dan selaras dengan standar akreditasi serta tuntutan dunia kerja.
Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan seluruh tenaga pendidik di STT Payakumbuh dapat mengimplementasikan rancangan pembelajaran yang inovatif dan terstandarisasi. Output dari kegiatan ini adalah tersusunnya draf RPS dan panduan portofolio yang tidak hanya memenuhi standar mutu pendidikan nasional, tetapi juga berorientasi penuh pada pembentukan lulusan STT Payakumbuh yang kompeten, adptif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.





