
Halal Bihalal STT Payakumbuh 2026: Perkuat Silaturahmi dengan 4 Elemen Taqwa
PAYAKUMBUH – Yayasan Pendidikan Tinggi Payakumbuh (YPTP) bersama Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Payakumbuh menggelar acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M dalam rangka memperkuat tali silaturahmi antara pengurus yayasan, pimpinan, dosen, dan karyawan. Acara yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan pada Jumat, 3 April 2026 pukul 14.00 WIB di Musholla STT Payakumbuh.

Momentum Mempererat Ukhuwah
Ketua STT Payakumbuh, Dr. Zulkifli, S.Kom., M.Kom., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum halal bi halal ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kita untuk mempererat tali silaturahmi di lingkungan kampus. Setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan, saatnya kita saling membuka hati, saling memaafkan, dan memperkuat kebersamaan sebagai satu keluarga besar. Dr. Zulkifli juga menekankan marilah kita menjadikan nilai-nilai Ramadan sebagai bagian dari budaya akademik kita sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan dan saling menghargai, kita dapat menciptakan lingkungan kampus yang harmonis, produktif, dan berprestasi. Beliau juga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh civitas akademika selama dalam interaksi sehari-hari, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik, tentu tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan.
.

YPTP Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Payakumbuh (YPTP), Yetni Murni, S.H., menegaskan komitmen yayasan untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di STT Payakumbuh.Beliau menyampaikan “YPTP berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kesejahteraan dosen dan karyawan, serta memberikan fasilitas terbaik bagi mahasiswa. Halal bihalal ini adalah bukti nyata bahwa kita semua adalah satu keluarga besar yang saling mendukung”.
Ketua Yayasan juga mengajak seluruh elemen YPTP dan STT Payakumbuh untuk menjadikan momen Idul Fitri ini sebagai titik awal peningkatan kinerja dan dedikasi dalam mencerdaskan bangsa.

4 Elemen Kunci Taqwa Menurut Ali bin Abi Thalib
Acara semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Desembri Chaniago, SH., MA., CPrM. yang mengangkat tema “Empat Elemen Kunci Taqwa Menurut Ali bin Abi Thalib”. Dalam ceramahnya, Ustadz Desembri menguraikan empat elemen teknis taqwa yang menyentuh aspek afektif, yuridis, dan eskatologis.
1. Al-Khaufu minal Jalil (Rasa Takut kepada Allah yang Maha Agung)
Elemen pertama ini berfokus pada kesadaran akan pengawasan syara’ secara konstan. Rasa takut di sini diwujudkan dengan menghindari setiap perbuatan atau ucapan yang dapat mengantarkan individu menjadi fasik (pelanggar hukum Tuhan), sehingga integritas batin tetap terjaga.
2. Al-‘Amalu bit-Tanzil (Beramal dengan Wahyu)
Elemen kedua menekankan pada implementasi Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman operasional amaliah. “Taqwa bukan hanya teori, tetapi harus dibuktikan dengan mengamalkan ajaran wahyu dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Ustadz Desembri.
3. Al-Qana’atu bil-Qalil (Merasa Cukup dengan yang Sedikit)
Elemen ketiga berkaitan dengan konsep zuhud, yaitu sikap batin yang meninggalkan keterikatan pada keduniaan. Kesadaran bahwa dunia bersifat fana dibandingkan keindahan akhirat mencegah munculnya sifat rakus yang sering kali memicu pelanggaran etika ekonomi.
4. Al-Isti’dadu liyaumir-Rahil (Persiapan Menghadapi Hari Perpisahan/Kematian)
Elemen keempat merupakan orientasi ukhrawi yang menempatkan setiap tindakan di dunia sebagai investasi spiritual jangka panjang. Kematian dipandang bukan sebagai akhir, melainkan transisi yang memerlukan kesiapan bekal amal yang matang.
“Taqwa dalam perspektif Ali bin Abi Thalib merupakan integrasi harmonis antara rasa takut kepada Allah, kepatuhan pada wahyu, kepuasan hati atas rezeki, dan kesiapan menghadapi ukhrawi,” pungkas Ustadz Desembri menutup ceramahnya.



